Penaberitanusantara.com – PENAJAM — Program bantuan pendidikan unggulan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), yakni Kartu Penajam Cerdas (KPC), hingga kini masih menjadi sorotan. Pasalnya, bantuan yang sangat dinantikan oleh para orang tua untuk meringankan beban biaya perlengkapan sekolah anak-anak mereka khususnya yang masuk sekolah sejak beberapa bulan lalu belum sepenuhnya tuntas dipublikasikan.
Anggota Komisi II DPRD Kabupaten PPU, Syarifuddin HR, memberikan tanggapan tegas terkait lambatnya proses distribusi ini. Ia mengungkapkan bahwa secara prinsip, anggaran untuk program KPC sebenarnya sudah tersedia dan pos-pos pendanaannya pun sudah siap di masing-masing instansi.
“Soal anggaran sebenarnya tidak ada masalah karena pos-pos penganggarannya sudah tersedia. Terkait hal ini Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab penuh, dan bantuan ini pasti akan direalisasikan,” ujar Syarifuddin, Kamis (24/9/2026).
Ia secara gamblang menyebutkan bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang mengalami tantangan berat atau menghadapi apa yang dia sebut “badai serta tsunami anggaran”.
“Situasi fiskal yang dinamis ini menuntut kehati-hatian ekstra dari eksekutif agar tidak terjadi kesalahan dalam pengelolaan keuangan daerah,” Kata Syarifuddin.
Selain faktor fiskal, hasil koordinasi dengan pihak Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) serta Dinas Pendidikan menunjukkan bahwa hambatan teknis terbesar menurut dia berada di tingkat administrasi.
Dikatakan pula masih banyak penerima data manfaat yang harus melalui proses verifikasi ulang agar bantuan yang disalurkan benar-benar akurat, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Program Kartu Penajam Cerdas sendiri tambah dia dirancang untuk membantu peserta didik baru dalam memenuhi kebutuhan awal sekolah, seperti pembelian seragam, tas sekolah, sepatu, dan alat tulis.
Mengingat program ini juga tengah berproses untuk menyelimutinya hingga ke tingkat madrasah, pemerintah meminta dukungan masyarakat agar proses pendataan oleh petugas berjalan lancar.
Pihak legislatif pun mengimbau kepada para orang tua murid agar tetap bersabar menunggu rampungnya penyelesaian administrasi tersebut.
“Kami meminta para orangtua untuk bersabar. Pemerintah pasti akan menepati janjinya. Proses administrasi ini wajib dituntaskan secara cermat agar kemudian hari bantuan ini tidak menimbulkan masalah bagi kita semua,” pungkas Syarifuddin. (Edison Jalal/isk)


