Penaberitanusantara.com, Penajam – Seluruh hasil Perjuangan pendahulu kita patut bagi kita menyampaikan ungkapan terima kasih yang setinggi tingginya, karena telah memberikan inspirasi, sehingga gerakan gerakan tersebut memberikan kemaslahatan bagi kita, agar hidup jadi berkah bagi kita semuanya.
Demikian yang disampaikan oleh Rois Suryah PC NU Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) KH Rofiqul Ikhwan pada upacara memperingati Hari Santri Nasinal pada Kamis 22 Oktobr 2026 di lapangan Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru.

KH Rofiqul Ikhwan yang betindak selaku pimpinan upacara dalam sambutannya menjelaskan bahwa 11 tahun yang lalu yakni tepatnya pada 22 Oktober 20215, Presiden RI Joko Widodo menghadiahkan satu pengakuan dan momentum yang kuat, bahwasanya santri telah menjadi satu diantara kontributor perjuangan pertahanan, sekaligus lahirnya bangsa indonesia.
Faktanya lanjut Gus Rofiq panggilan sehari hari, santri dan barisan ulama’, merupakan bidang bidang dari lahirnya sebuah Negara Kesatuan RI, ada ribuan alim ulama’ dan santri yang kehilangan jiwa raga mereka, demi mempertahankan kemerdekaan RI.
“ Tentu pengakuan ini merupakan satu kebahagiaan tersendiri, bahwa setelah 70 tahun lebih, seolah olah kemerdekaan Indonesia adalah bagian dari kontribusi satu pihak, namun pada akhirnya diakui bahwa jaringan elemen santri, ulama’ Nahdlatul ulama’ memiliki peran sentral atas kemerdekaan negeri ini,” tegas Gus Rofiq.
Oleh karenanya berbangga dan barbahagialah bahwa kita menjadi bagian dari pewaris semangat pejuang, pewaris nilai nilai pahlawan yang semua ini harus kita konservasi, harus kita tradisikan, harus kita kembangkan menjadi jiwa dan spirit dari setiap gerakan kita.
Menjadi santri di dalam konteks revolusi jihad, artinya kita mengemban satu tugas bahwa tidak hanya mengaji yang harus kita lakukan, tetapi sekaligus juga mengabdi kepada sesama, agar kehidupan menjadi lebih baik, agar kehidupan yang telah dikaruniakan Tuahan memberi satu kemaslahatan lahir batin.
“ Inilah tugas santri, inilah tugas kita semua, merekalah yang dengan kesadaran ilahiyahnya, merekalah dengan kesadaran diniyahnya, mereka dengan kesadaran telogisnya terus bergerak menyandarkan diri kepada ilmu, lalu berkontribusi untuk kemanfaatan sebanyak banyaknya,” terang beliau.
Rofiq menambahkan, bahwa tugas santri berjuang dan terus berjuang, jika dahulu berjuang melawan penjajah, maka hari ini perjuangan kita adalah melawan kemalasan kita sendiri, kelalaian kita sendiri, keangkuhan kita sendiri, untuk kita tranformasikan, merubah menjadi satu spirit yang lebih produktif, spirit yang lebih mampu memberikan kemaslahatan atas kehidupan.
Santri adalah pihak yang paling tahu bagaimana harus manjalani kehidupan, bagai mana harus menggerakkan kehidupan, karena hidup ini adalah amanah, karena hidup ini adalah titah, maka setiap nafas kita, bukanlah satu perjalanan yang sia sia, bukanlah satu peristiwa yang tidak bermakna, tapi satu anugerah yang harus diberikan nilai dan makna sedemikian rupa agar pada saatnya Allah Tuhan yang maha esa ridho pada keadaan kita semua.
Pengakuan bahwa santri adalah pejuang, pengakuan bahwa santri adalah pahlawan, harus kita tumbuhkan kembali, harus kita hayati kembali dalam rangka untuk membangun, menjaga, menguatkan NKRI, dari level kampung, level kecamatan, naik lagi ke level kabupaten, naik lagi ke level porvinsi, teruskan tanggungjawab kebangsaan kita untuk memastikan bahwa Indonesia baik baik saja.
Hal ini penting, karena santri tahu persis bahwa bumi bukanlah tanah yang berfungsi hanya untuk diinjak injak, bahwa bumi bukanlah hanya berfungsi ditanami tanaman, bukan lah tanah yang hanya diambil keutungannya, santri musti tahu bahwa bumi ini adalah laksana sajadah, bumi ini adalah tempat sujud.
“Allah menciptakan bumi ini untukku dan untuk ummatku, sebagai tempat untuk sujud dan suci,” megutip salah satu hadits Nabi Muhammad SAW, dan justru karena itu tugas santri adalah menjaga tempat sujud kita sendiri agar tetap nyaman, agar tetap aman, tidak ada kericuhan, kekeruhan dan hal hal yang mengganggu hubungan vertikal kita kepada Allah, hubungan sosial kita dengan sesama layaknya sajadah, bumi harus terus kita jaga harus terus kita sucikan agar pengabdian kita, ibadah kita, bakti kita kepada Allah dan kepada sesama, berjalan sewajar wajarnya.
“ Allah telah menjanjikan kita dengan syurga dan kita harus berjuang fisabilillah di jalan kebenaran, di jalan kemanfaatan, di jalan kemaslahatan, atas dasar itu santri harus menjadi pelopor dari setiap agenda kebaikan, santri harus manjadi pioneer dari setiap agenda kemasahatan, selamat hari santri, santri hebat, santri berprestasi, terus mengabdi, terus mengaji, agar memberikan nilai nilai kebaikan untuk negeri NKRI tercinta ini,” tutup Gus Rofiq.
Unsur TNI dan Polri didukung Satpol PP dan sejumlah anggota Banser Anshor PC NU Kabupaten PPU turut mengamankan jalannya upacara. (Edison Jalal/Iskandar)



