What's hot

Polres PPU Bersama Instansi Terkait Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla, Pantau Kualitas Udara dan Lakukan Pendinginan di Dua Lokasi

Pena Berita Nusantara.com – Polres PPU Polda Kaltim – Polres Penajam Paser Utara (PPU) bersama sejumlah instansi terkait memperkuat kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui koordinasi lintas sektor, pemantauan titik panas, serta pengawasan proses pendinginan lahan yang terbakar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari dampak penurunan kualitas udara.

Upaya tersebut dibahas dalam Pengarahan Pagi Darurat Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Penajam Paser Utara yang berlangsung di Posko Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kabupaten PPU, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tersebut diikuti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kodim 0913/PPU, Polres PPU, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Pertanian, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Kesehatan Kabupaten PPU.

Dalam pembahasan, kesiapan personel dan peralatan menjadi perhatian utama guna memastikan penanganan karhutla dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan sesuai kondisi di lapangan.

Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pembekalan, terdapat 24 titik panas yang tercatat pada 16 Oktober 2026 di sejumlah wilayah, meliputi Kecamatan Penajam, Waru, Babulu, dan Sepaku. Data tersebut perlu ditindaklanjuti melalui verifikasi lapangan, pemetaan kawasan rawan, serta peningkatan patroli dan deteksi dini.

Di lapangan, upaya penanganan masih berlangsung melalui pengawasan dan pemantauan proses pendinginan pada dua lokasi kebakaran lahan gambut.

Lokasi pertama berada di Kelurahan Petung RT 16, dengan luas lahan terbakar sekitar 38 hektare. Penanganan di lokasi tersebut telah memasuki hari ketiga, dengan pemantauan terus menerus dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

Sementara itu, lokasi kedua berada di kawasan Kelurahan Jenebora, tepatnya di sekitar RT 10 Gresik dan RT 02, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 20,76 hektare. Petugas tetap memastikan pengawasan dan pemantauan proses pendinginan guna kondisi lahan tetap terkendali.

Pemantauan secara berkelanjutan menjadi penting, terutama pada lahan gambut yang berpotensi menyimpan bara api di bawah permukaan tanah sehingga dapat memicu kebakaran kembali apabila belum benar-benar padam.

Selain penanganan kebakaran, kondisi udara juga menjadi perhatian dalam briefing tersebut. Berdasarkan hasil pengukuran yang dipaparkan dalam rapat, rata-rata konsentrasi PM2,5 di empat kecamatan tercatat sebesar 84,54 mikrogram per meter kubik di dalam ruangan dan 109,77 mikrogram per meter kubik di luar ruangan.

 

Adapun rata-rata konsentrasi PM10 mencapai 248,48 mikrogram per meter kubik di dalam ruangan dan 329,50 mikrogram per meter kubik di luar ruangan.

Kecamatan Babulu mencatat konsentrasi PM2,5 luar ruangan tertinggi, yakni 145,33 mikrogram per meter kubik. Sementara itu, konsentrasi PM10 luar ruangan tertinggi tercatat di Kecamatan Sepaku, sebesar 416 mikrogram per meter kubik.

Kondisi tersebut memerlukan pemantauan lanjutan serta penelusuran sumber partikulat, termasuk kemungkinan pengaruh asap kebakaran dan debu. Perlindungan kesehatan masyarakat pun menjadi bagian penting dalam langkah penanganan.

Masyarakat diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai saat harus beraktivitas di luar, serta membatasi paparan asap dan debu. Anak-anak, lansia, dan warga yang memiliki gangguan pernapasan juga perlu mendapat perhatian khusus.

Kapolres Penajam Paser Utara AKBP Andreas Alek Danantara,SIK,MM,M.Tr.SOU., melalui Kabag Ops Polres PPU AKP Aan Suharmanto.ST, menekankan pentingnya kesiapsiagaan personel, koordinasi lintas instansi, dan pemantauan berkelanjutan dalam penanganan potensi karhutla.

“Sinergi seluruh instansi sangat diperlukan agar penanganan karhutla berjalan optimal. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka serta bersama-sama menjaga lingkungan demi keselamatan dan kesehatan warga,” ujarnya.

Melalui koordinasi yang berkelanjutan, setiap perkembangan titik panas, kondisi kebakaran, dan kualitas udara yang diharapkan dapat segera ditindaklanjuti sesuai tugas dan kewenangan masing-masing instansi.

Pengarahan pagi berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Pemantauan lapangan serta upaya pendinginan di lokasi kebakaran tetap menjadi bagian penting dari langkah pengendalian karhutla di Kabupaten Penajam Paser Utara. (Edison Jalal/Iskandar)

Tags :

admin

Related Posts

Must Read

Popular Posts

Tekan Angka Stunting, TP PKK Kabupaten PPU Rutin Lakukan Peninjauan Kegiatan Intervensi Spesifik

Pena Berita Nusantara, Penajam Paser Utara, Kaltim – Dalam rangka menekan angka stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten PPU secara rutin melakukan peninjauan kegiatan intervensi spesifik di wilayah benuo taka PPU. Seperti tampak pada Rabu, (26/6/2024). Ketua TP PKK Kabupaten PPU, Linda Romauli Siregar didampingi anggota PKK Kabupaten PPU...

Makmur Marbun Dampingi Pj Gubernur Kaltim Sosialisasi Pembangunan Pengendalian Banjir di Sepaku

PENAJAM – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun hadir mendampingi Pj Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik dalam rangka  sosialisasi penanganan dampak sosial kemasyarakatan pembangunan pengendalian banjir sungai Sepaku di kelurahan Sepaku, Sabtu, (29/6/2024). Dalam sosialisasi ini Pj Gubernur Kaltim  juga didampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto dan Pangdam VI Mulawarman...

© Copyright 2024 by Pena Berita Nusantara