Pena Berita Nusantara.com -Penajam- Perpisahan TK Handayani 3 Penajam, dilaksanakan di Sebuah Aula di Obyek Wisata Pantai Tanjung Jumlai, Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam (PPU), Kalimantan Timur, Sabtu (10/5/2025).
Perpisahan TK Handayani 3 Penajam dikemas dengan sejumlah rangkaian acara anatara lain, Pentas seni dan Family Gathering ada juga kegiatan yang melibatkan walimurid. Biasanya kegiatan seperti ini dilakukan di luar, dengan jalan jalan. Namun kali ini untuk memaksimalkan kegiatan, pelaksanaan diadakan di pantai saja.
Hal ini disampaikan Ibu Fitrianur selaku Kepala Sekolah TK Handayani 3 Penajam, dikatakannya pelaksanaan perpisahan seperti ini biasanya di akhir bulan Juni, tapi tahun ini kata dia, karena di sekolah ada kegiatan yang lebih banyak dan ada beberapa guru membuat proyek buku cerita, jadi waktunya agak dimajukan sedikit kegiatannya.
“Yang lulus tahun ini ada 51 dari 70 anak, jadi sisa yang masih melanjutkan anak kelompok A yang akan melanjutkan ke kelompok B. Karena mereka masih usia dibawah, jadi ini adalah kelompok B yang sudah lulus,” terang Fitrianur.
Yang lulus tahun ini jelas adalah mereka yang siap masuk ke jenjang SD, alasan mengapa perpisahan memilih di pantai karena di sekolah tempatnya sempit, kalau di sekolah kita harus menyewa tarub lagi dan juga kursi, jadi pembiayaan lebih tinggi, kalau di pantai tempatnya sekali sewa sudah lengkap, sekalian wali murid juga tahu jika ada tempat di kawasan wisata, yang harus juga dikunjungi.
“Pertimbangannya juga, adalah antisipasi kalau terjadi hujan, kalau hujan kan langsung enak ada tempat berteduh, kalau di sekolah harus pasang tarub ya agak ribet, di pantai tempatnya juga nyaman, makanya kami pilih di pantai dan biaya terbilang murah,” jelas Fitrianur.
Soal pelaksanaan 80 persen lancar, namun dibagian lomba menurutnya harus ada yang perlu diperbaiki karena ada beberapa lomba yang diikuti ibu ibu walimurid yang hasilnya tidak maksimal seperti lomba lempar sandal dan lain-lain, karena mungkin terkendala cuaca panas atau kesiangan, jadi mereka sepertinya tidak terlalu antusias mengikuti kegiatan lomba tersebut, sebenarnya kata dia panitia berharap walimurid ikut semua dalam kegiatan tersebut.
“Memang kami persembahkan beberapa permainan yang belum pernah dipermainkan sebelumnya, karena ini sifatnya Family Gathering jadi walimurid diharapkan memilih, bukan hanya anaknya saja, ini juga merupakan terobosan sekaligus sebagai inovasi baru dalam menyajikan jenis jenis permainan,” tambahnya.
Ditanya soal TK dan PAUD bernaung di mana, ibu Fitrianur menjelaskan kalau TK dan PAUD karena ini lembaga pendidikan non formal yang berinduknya ke Bidang Paud di Dinas Pendidikan, yakni di bawah pelatihan bidang PAUD dan non formal,” harapan kita kedepannya mereka bisa mendukung kegiatan yang berkaitan dengan Paud dan perkembangannya,” harapnya.
Terkait acara ini sebelumnya Fitrianur mengatakan bahwa ia sudah ke Dinas Pendidikan dan berbicara dengan orang-orang yang membidangi PAUD, karena acaranya hari Sabtu maka mereka tidak bisa hadir, seharusnya mereka juga bisa hadir namun tidak bisa karena ada banyak kegiatan yang lain, kalau tahun lalu mereka juga bisa hadir.
Soal bunda PAUD, itu membahas lebih lanjut Fitrianur, merupakan bagian dari Lembaga Pendidikan tingkat TK dan PAUD,” jadi mereka itu Bunda PAUD dan PKK adalah bagian dari kita, jika ada kegiatan mereka juga harus tahu, mereka punya Program misal tahun ini program untuk TK dan PAUD itu apa, sedangkan bunda PAUD juga berinduk ke Bidang TK dan PAUD dan non formal di Dinas Pendidikan, mereka membuat kegitan namun penanggungjawabnya adal Dinas Pendidikan, Bidang PAUD dan Pendidikan non formal,” imbuhnya.
Capaian selama ini adalah fokus pada kualitas guru yang memiliki kompetensi dalam bidang pendidikan tingkat TK dan PAUD,” bagaimana kita membuat project selama ini, project AP 5 itu kita tidak mendalami secara maksimal, sekarang dengan berjalannya waktu, kita juga menambah kompetensi guru, pengetahuan semakin bertambah, jadi ada kegiatan yang namanya project di sekolah, mulai menerapkan sesuai dengan kebutuhan dari pedoman pendidikan,” tutupnya. (Edyson NSM Jl)


