Pena Bertita Nusantara.com – Keberadaan Ormas Komando Pengawal Pusaka Adat Dayak Borneo (Koppad Borneo) dapat menjadi mitra dan membantu pemerintah, sebuah pernyataan disampaikan Komando Distrik Koppad Borneo Penajam Paser Utara (PPU) Ervan Mas Banjar, berlangsung di sebuah Caffe di Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara, dihadiri Komando Rayon Koppad Babulu Robeca dan jajarnnya serta Unsur pimpinan Rayon Koppad Borneo Penajam, berlangsung pada Minggu (20/7/2025)
Komando Distrik Koppad Borneo Penajam Paser Utara Ervan Mas Banjar menjelaskan bahwa Koppad Borneo tidak sedang tidur, hal ini dapat dibuktikan bahwa hingga kini sudah ada beberapa kegiatan yang telah berjalan, harapannya Koppad Borneo ini nanti harus bisa lebih maju lagi, apalagi saat ini Koppad Borneo sudah punya dua rayon, yakni Rayon Babulu dan Rayon Penajam.
Rayon Babulu dibawah Komando Robeca dan Rayon Penajam dipimpin Komando Alex, sedangkan untuk wilayah Sepaku Koppad Borneo di sana belum terbentuk, namun sudah ada persiapan nama nama calon yang akan diajukan sebagai komando rayon ketika Rayon Sepaku akan dibentuk.
“Dengan demikian kita berharap jumlah anggota Koppad Borneo akan bertambah dengan dibentuknya rayon yang lain, kita sudah beberapa kali memberi penjelasan kepadan Rayon Babulu dan Rayon Penajam, menegaskan bahwa Koppad Borneo ini bukan organisasi yang identik dengan Premanisme,” tegas Ervan.
Menurutnya Koppad Borneo adalah organosasi kemasyarakatan yang dapat menghasilkan hal hal positif bagi anggotanya dan masyarakat sekitarnya, jadi kedepannya nanti Koppad Borneo bisa jadwalkan agenda agenda yang bisa lebih bermanfaat lagi bagi masyarakat, Koppad Borneo selalu menjalin kerjasama dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah daerah.
“Organisasi Koppad Borneo saat ini sangat diakui oleh Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, terbukti dengan beberapa kali kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten PPU, kita selalu diundang untuk hadir walaupun hanya sebagai tamu undangan,” sebut Ervan.
Jadi lanjut dia jika menghadiri undangan dari pemerintah kabupaten tidak melulu harus komando distrik yang harus hadir, kenapa dikondisikan seperti itu, jelas Ervan, supaya masyarakat tahu bahwa Koppad Borneo bukan miliknya Komando Distrik saja, akan tetapi Koppad Borneo adalah milik bersama, setiap kegiatan bisa diwakilkan dengan yang lain namun kata dia konsep kepemimpinan Koppad Borneo tetap sama.
“Kita bisa melihat bahwa sistem komandonya tetap sama, siapapun yang jadi komando, konsep organisasi kita bisa dikatakan menyerupai struktur semi militer, jadi komando memiliki hak untuk mengambil kebijakan, bukti konkretnya pada hari ini kita bisa berkumpul dengan agenda selain rapat konsolidasi kita juga mengedepankan jalinan silatutrrahmi dengan semua anggota,” Klaimnya. (edyson jl/isk)


