Pena Berita Nusantara.com – Dalam Rangka menyambut tahun baru Islam dan masih dalam rangkaian kegiatan merayakan Bulan Muharram 1447 Hijriyah, Kerukunan Keluarga Kerajaan Aji Raden Kusuma menggelar Haul Akbar.
Demikian Pula Keluarga Besar Aji Anden Oko, Aji Anden Keddang, Aji Raden Kusuma, Aji Uya Sabandar, Aji Natam dan Aji Bayja, kegiatan Haul Akbar ini dilaksanakan di wilayah makam Bao Raja Aji Raden Nata Kusuma bin Aji Anden Oko di Tepian Dalam, Jalan Paya Lunto RT 06 Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupayen Penajam Paser Utara pada Minggu (20/7/2025).
Undangan terdiri para tokoh tokoh adat, Keluarga Besar Kerajaan Aji Raden Kusuma, pengurus PC NU Penajam Paser Utara, Pengurus GP Ansor PPU, para santri dari sebuah pondok pesantren, dan masyarakat sekitar,
Pengurus PAC Ansor Kecamatan Waru dipimpin Rais PC Ansor PPU KH Rofiqul Ikhwan diminta hadir, Unsur Muspika Kecamatan Waru, Koramil, Polsek juga turut menghadiri acara haul akbar, acara tersebut mendapat pengamanan dari sejumlah Anggota Banser dibawah pimpinan Kasat Korcab Banser PPU Jaini.
Sejumlah rangkaian acara diawali solawatan kemudian diisi dengan tausiah ceramah agama oleh Ustadz Dedy Arifin dari Kecamatan Penajam, dilanjutkan dengan ziarah makam keluarga kerajaan Aji Raden Kusuma.
Banyak hal disampaikan Ustadz Dedy Arifin dalam ceramahnya antara lain menekankan betapa pentingngnya menjaga tali silaturrahmi, baik kepada yang telah meninggal terlebih kepada yang masih hidup.
Berkaitan dengan ziarah makam leluhur dan mengirim doa kepada para pendahulu kita, ini juga merupakan perintah Nabi SAW, manfaat berziarah adalah mengingatkan yang hidup bahwa kelak satu saat kita akan meninggalkan dunia ini, untuk menumbuhkan kesadaran supaya selama hidup selalu berbuat baik dan menghindari perbuatan tercela.
Setiap yang memiliki nyawa pasti akan mengalami kematian, untuk itu kata Ustadz hendaknya kita memperbanyak amal kebaikan, ibadah kepada Allah yang pahalanya merupakan bekal ketika menghadap Allah di akhirat nanti.
Hanya tiga yang dapat mengiringi hamba Allah ketika menuju liang kubur yaitu; Hartanya, Keluarganya serta Amal baik dan buruknya, keluarga dan harta pulang setelah mayat dimakamkan, hanya yang tertinggal Amal baik dan buruk yang menemani di alam kubur nanti.
Untuk itu kata Ustadz, selaku hamba jangan bersikap sombong, karena kesombongan dapat mengakibatkan bencana bagi diri seseorang, sebagai mana hamba Tuhan yang bernama Iblis, padahal Iblis sangat taat beribadah kepada Allah, namun Iblis dapat terusir dari surga hanya karena kesombongannya. (edyson jl/isk)


