Pena Berita Nusantara.com – PC NU Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Haul Muassis berlangsung di Pondok Pesantren Bina UL Muhajirin, di Desa Rawa Indah, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Rabu 17 Desember 2025.

Hadir diacara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten PPU Drs H Tohar MM, semua unsur pimpinan PC dan PAC NU se Kabupaten PPU, momen penting ini akan diisi dengan ceramah agama oleh Prof. Dr. KH. Said Aqil Siraj M.A. sejumlah anggota Banser di bawah pimpinan Komandan Jaini berbagi tugas, sebagian ada yang menjemput beliau di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapa, sebagaian yang lain ada pula yang menunggu di Pelabuhan Chevron Penajam dan siap membawa Kiyai ke Tempat acara di Ponpes Bina Ul Muhajirin.
Karena sesuatu dan lain hal jadawal yang disiapkan oleh panitia terhadap Kiyai Aqil Siraj mengalami perubahan, beliau rupanya berhalangan hadir, sehingga kehadiran beliau dinyatakan batal mengisi momen ceramah tersebut, sedianya Prof. Dr. K.H Aqil Siraj M.A yang berceramah maka untuk keberlangsungan acara yang telah siap itu akhirnya panitia meminta dengan hormat kepada Rois Suriah PC NU PPU K.H Rofiqul Ikhwan untuk mengisi kekosongan tersebut.
Penyambutan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan dan transportasi dari Pelabuhan Chevron Penajam difasilitasi PAC NU Penajam dibawah pimpinan Pak Sarpono.
Dalam ceramahnya Gus Rofiq sapaan akrab beliau sehari hari itu, memaparkan bahwa Haul Muassis yang berlangsung yaitu Haul yang merupakan tradisi untuk memperingati kematian para ulama yang mulia dengan haul kita bisa mengingat beberapa peristiwa yang tak mungkin dihindari yaitu kematian.
Dengan demikian mau tak mau sadar tak sadar ada peringatan bagi kita tentang datangnya kematian, sebesar apa kakuasaan seseorang, setinggi apa jabatan seseorang, dengan itu kita bisa segera interospeksi diri, sejauh mana saya berbuat baik, seperti apa amal ibadah yang saya kerjakan, apa saja yang belum saya selesaikan terkait kemaslahatan dunia untuk menuju akhirat pasti ada satu momen yaitu kematian.
Dengan peringatan berupa haul ini setidaknya akan memberi batasan kepada kita akan segala pengalaman perjalanan hidup kita dengan alasan apapun bahwa segala yang kita miliki akan segera kita tinggalkan di dunia, sebagai mana rasulullah SAW memperingatkan jika kamu tak mau taat pada Allah dan tak mau taat segala aturan agama silahkan hidup semaumu, mau jujur silahkan, mau curang silahkan, baik buruk cara hidupmu semua akan ada pertanggungjawabannya dihadapat Allah.
Setelah kita mamasuki alam kematian maka kita berada di alam yang berbeda dimensinya, dimana hukum rasionalitas sudah tak berlaku lagi, ketika kita masih hidup kekayaan yang kita miliki dapat memberi manfaat.
Rumus hidup di dunia semua yang bersifat materi dapat memberi dampak bagi kehidupan sosial kita, namun setelah berada di alam barzah akan berbanding terbalik, hanya amal ibadah dan kebaikan ketika di dunia yang dapat memberi manpaat bagi kita.
Maka dengan menghadiri haul akan memberikan ingatan kepada kita tentang batasan itu, maka itu Rasulullah membri batasan silahkan berbuat semaumu namun semua itu ada yang harus dipertanggungjawabkan dari semua langkah kita dan setiap tarikan nafas kita.
Dengan haul kita mendoakan sohibul haul siapun itu, mau yang kiyai atau pun bukan, intinya setiap haul ada pembacaan Al-Qur’an, dalam tradisi NU pasti ada tahlilannya, kirim doa kepada yang sudah meninggal, kenapa itu penting karena memang itu yang dibutuhkan oleh ahli kubur.
Ada prinsip dasar yang harus kita sadari bahawa mayyit butuh konsumsi, mayyit butuh amunisi, mayyit butuh asupan asupan dari kita yang hidup, tapi bukan dalam bentuk materi, kita yang hidup tidak diberi asupan makanan tidak stabil dan tak ada tenaga tapi sebaliknya bagi orang yang sudah mati tidak memerlukan asupan berupa materi namun mayyit hanya memerlukan asupan non material alias spiritual yaitu doa doa dari anak keturunannya serta doa dari sodara sodara muslimnya. (edys jl/isk)





