What's hot

Bagun Mulya Bersolawat Jilid 3 Ditutup pada Sabtu Malam, Lapangan Desa Bangun Mulya Dibanjiri Hadirin Yang Ikuti Taklim Akbar

Pena Berita Nusantara.com-Panitia Perayaan HUT Desa Bangun Mulya Kecamatan Waru, menggelar acara Taklim Akbar bertema Bangun Mulya Bersolawat jilid 3, digelar di Lapangan Desa Bangun Mulya Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) pada Sabtu malam 13 September 2025

Hadir diacara tersebut Wakil Ketua DPRD Kabupaten PPU H Syahruddin M Noor didampingi beberapa anggota DPRD lainnya, Unsur Forkopimda, Muspika Kecamatan Waru, Kepala Desa Bangun Mulya Boiran, Tokoh Agama, serta masyarakat sekitar, pengamanan oleh unsur TNI dan Kepolisian, tak ketinggalan Satuan Banser PC N U Penajam Paser Utara dibawah arahan Komandan Jaini dan Komandan Bawon.

Perayaan diawali lantunya solawat kepada Nabi Muhamad SAW oleh Grup Solawat Berkah Desa Bangun Mulya, mendatangak penceramah DR KH Ahmad Reza Zahid LC MA, didampingi  Habib Fauzan Al Faqih, Ketua PC N U Kabupaten PPU Ustadz Abdul Halim, taklim akbar tersebut disiarkan secara live dan disaksikan oleh pemirsa PC I NU di Negara Hongkong

Dalam tausiahnya Ustadz Zahid menjelaskan bahwa mencari ilmu adalah satu bentuk ibadah yang paling panjang, tak ada batasan bagi siapapun untuk menimba ilmu, sebagai mana Rasulullah SAW bersabda, mencari ilmulah kamu mulai dari lahir hingga masuk liang kubur, selama hidup manusia masih terkena tugas untuk mencari ilmu.

Ahmad Zahid juga menyinggung bahwa mencari ilmu hukumnya adalah wajib, baik bagi yang masih muda maupun yang sudah tua, yang namanya mencari ilmu adalah ibadah, dimana dan kapanpun tak ada batasannya, yang namanya mencari ilmu tidak hanya didepan papan tulis seperti mengikuti lalilatul ijtima’ duduk dalam majelis termasuk menyaksikan zoom meeting dan live.

Dan juga yang namanya mengajar agama tak harus mendapatkan SK tetap atau tak memiliki kewenangan sebagai dosen dan guru termasuk masih punya kewajiban mengajar ilmu dalm agama.

Mengajar ilmu masalah agama itu sangat penting, mengajar ilmu menuju derajat yang tinggi,  dan dikatakan tinggi tingginya ilmu adalah mengajar, namun kendala kita karena bukan Dosen, bukan guru  maka enggan mengajar, akan tetapi aktifitas mangajar dan men transfer ilmu kepada orag lain itu termasuk aktifitas taklim.

Ketika memberikan ilmu kepada anak anaknya, itupun juga taklim namanya, termasuk seorang angkatan baik itu kepolisian, TNI, yang berjualan, pelaku UMKM juga termasuk dalam aktifitas taklim, sebagai mana kata Nabi SAW, sampaikan lah dariku tentang ilmu walaupun hanya satu ayat saja, walaupun sedikit sampaikanlah ilmu itu kepada ummat.

Zahid berpesan kepada para santri jika sudah keluar dari pondok pesantren jalankan wasiat, kiyai zaman dahuku, ojo lali ngedep dampar, kalau sudah kelaur dari pondok jangan lupa mengajar, mbah Kiyai Makhrus berpesan keluar dari pondok berilah pengajaran kepada orang lain karena pentingnya permasalahan agama adalah taklim yaitu mengajar,” demikian pesan Zahid.

“Jika memberikan ilmu kepada orang lain berarti memberikan nutrisi vitamin kehidupan kepada orang lain, Aljahili kal mayyit, orang hidup tanpa ilmu seperti mayat, jadi orang seperti itu hayatuhu matanfa’, hidupnya itu tak ada manfaatnya, paling tak enak dapat kawan yang tak ada ilmu, semua rekannya sengasara akibatnya,” tegas Zahid.

Orang alim, ketika dia berada di tengah masyarakat yang tak berilmu itu adalah musibah yang terbesar, matinya orang yang solih dan alim itu istirahat baginya di dalam kubur, sebaliknya matinya orang tak berilmu atau bodoh itu adalah mautun tolih rahatun linnas, matinya orang tolih atau orang bodoh tak ada ilmu istirahat bagi tetangga tetangganya atau teman temannya.

“Maka dari itu kalau kita memberi ilmu kepda orang lain berarti memberikan nutrisi kehidupan baginya, istilah orang di barat sana, pendidikan adalah bukan untuk persiapan, karena pendidikan itu adalah kehidupan, kalau kamu mempersiapkan pendidikan artinya mempersiapkan kehidupan,” tambah Zahid.

Dikatakannya, pendidikan bukan persiapan untuk kehidupan, tapi yang namanya pendidikan itu adalah kehidupan, berkahnya ilmu terus hidup, tanpa ilmu sama artinya tidak hidup,” karena dengan ilmu kita bisa hidup, yang memberikan sejatinya hidup adalah para ustadz dan para guru kita,” ujarnya.

“ Namun kata dia, ironisnya hal ini terjadi di sekitar kita, guru yang memberikan kehidupan pada anak anak kita, tapi kita lupa tak pernah memberikan kehidupan kepada orang yang mengajari ilmu kepada anak anak kita, maka saya berpesan pada jamaah taklim sekalian, ingatlah jasa jasa guru guru kita,” tutupnya. ( Edyson Jalal/Iskandar)

 

Tags :

Iskandar MD

Related Posts

Must Read

Popular Posts

Tekan Angka Stunting, TP PKK Kabupaten PPU Rutin Lakukan Peninjauan Kegiatan Intervensi Spesifik

Pena Berita Nusantara, Penajam Paser Utara, Kaltim – Dalam rangka menekan angka stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten PPU secara rutin melakukan peninjauan kegiatan intervensi spesifik di wilayah benuo taka PPU. Seperti tampak pada Rabu, (26/6/2024). Ketua TP PKK Kabupaten PPU, Linda Romauli Siregar didampingi anggota PKK Kabupaten PPU...

Makmur Marbun Dampingi Pj Gubernur Kaltim Sosialisasi Pembangunan Pengendalian Banjir di Sepaku

PENAJAM – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun hadir mendampingi Pj Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik dalam rangka  sosialisasi penanganan dampak sosial kemasyarakatan pembangunan pengendalian banjir sungai Sepaku di kelurahan Sepaku, Sabtu, (29/6/2024). Dalam sosialisasi ini Pj Gubernur Kaltim  juga didampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto dan Pangdam VI Mulawarman...

© Copyright 2024 by Pena Berita Nusantara