Penaberitanusantara.com – PENAJAM — Rencana pembangunan sekolah terintegrasi di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mendapat dukungan penuh dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU. Proyek ini diharapkan mampu memperluas akses pendidikan berkualitas, khususnya bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di daerah tersebut.
Anggota Komisi II DPRD PPU, H. Andi Iskandar Hamala, menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten PPU telah menyiapkan lahan seluas sekitar 20 hektar untuk proyek ini. Legalitas dan lahan tersebut bahkan telah diserahkan secara resmi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Sekolah terintegrasi yang ada di Babulu itu sangat membantu anak-anak kita, terutama yang kurang mampu,” ujar Andi Iskandar ketiaka dimintai tanggapan saat dijumpai di Kantor DPRD PPU, Senin (21/9/26).
Menurutnya meski lahan sudah siap, pembangunan fisik sekolah tersebut hingga kini belum dimulai karena masih dalam tahap pematangan perencanaan. Berbagai persiapan dan koordinasi terus dikebut pada tahun 2026 ini dengan dukungan penuh dari Pemkab PPU serta pengawalan ketat dari pihak legislatif agar pelaksanaannya berjalan lancar.
Iskandar berharap, dengan konsep sekolah yang digabung menjadi satu kawasan terintegrasi, menurutnya fasilitas ini nantinya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas.
“Baru berproses dan belum dibangun. Mudah-mudahan dengan berdirinya nanti, betul-betul bisa dimanfaatkan karena bisa membantu masyarakat tidak mampu. Namanya juga jadi satu semua, sekolah terintegrasi, mudah-mudahan itu bisa berkembang dan anak-anak di situ juga terbantu,” tambahnya.
Terkait konsep sekolah, ia menilai bahwa baik sekolah terintegrasi maupun konsep sekolah rakyat memiliki tujuan yang sama dalam mendekatkan akses pendidikan bagi masyarakat. Pihaknya pun mendorong agar proses persiapan ini dapat segera rampung.
“kita berharap tahapan pembangunan fisik bisa segera dimulai dalam waktu dekat kendati sejumlah tahapan masih proses, ya mudah-mudahan bisa dimulai pembangunan fisiknya secepatnya,” pungkasnya. (Edison Jalal/ysf)


