Pena Berita Nusantara.com – Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) Korda Kabupaten Penajam Paser Uatara, Kaltim, bersama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) Lawe lawe melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat lokal, khususnya di area PT KPB di Lawe lawe, agar masyarakat setempat mampu mendapat pengetahuan.


Kegiatan ini bertujuan agar bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan oli bekas dan minyak goreng bekas atau jelantah yang tadinya masyarakat tak tahu bagai mana memanfaatkan limbah tersebut. giat ini berlangsung di kediaman Ketua Korda PPIR PPU Bapak Sariyanto, di Kelurahan Saloloang, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kaltim, pada Senin 4 Mei 2026.
Kebanyakan limbah tersebut dibuang begitusaja ke lingkungan sekitar, karena kalau dujual masih jauh kemungkinannya maka limbah tersebut cenderung dibuang ke lingkugan karena tak ada pembelinya.
“ Untuk itu kita bisa manfaatkan limbah tersebut sebagai pengganti alternatif LPG yang selama ini ketersediaanya sering mengalami kelangkaan, seperti yang kita tahu ada LPG melon, tabung biru atau tabung LPG warna pink, maka limbah ini bisa kita manfaatkan minyak jelantah atau oli bekas sebagai pengganti LPG,” terang Simon Siregar selaku Manager HSCCE PT KPB di Lawe lawe.
Iaa menambahkan, tentunya masyarakat akan terbantu dari segi keekonomian, yang awalnya mereka harus mengeluarkan anggaran sejumlah Rp 30 sampi Rp 50 ribu untuk membeli isi tabung Gas LPG, kini tidak perlu lagi seperti itu, cukup hanya menggunakan oli bekas atau minya goreng bekas atau meinyak jelantah yang telah digunakan menggoreng ikan dan sebagainya.
“Ini merupakan salah satu upaya untuk memberdayakan masyarakat dari sisi pengetahuan dan memberdayakan masyarakat dari sisi keekonomian, sehinggga masyarakat kita memiliki kepercayaan bagai mana menciptakan felyu felyu yang awalnya limbah menjadi sesuatu yang sangat berharga, semoga ini bisa menyebar kepada seluruh masyarakat di daerah ini,” harapnya.
Dalam hal ini Pertamina sebagai BUMN atau stake holder memberikan semangat untuk memberdayakan masyarakat, sedangkan dari sisi PPIR merupakan komponen masyarakat, dan bagian dari masyarakat itu sendiri memberikan dukungan, dan bersinergy dengan pemerintah daerah untuk mewujudkan program ini.
“Untuk percontohan, maka Pertamina menyediakan kompor yang di beli secara online dan selanjutnya untuk mendapatkan kompor serupa, masyarakat bisa memesan melalui online, kalau mencari secara online banyak pilihan, yang penting specnya kompor untuk minyak bekas menggoren atau jelantah atau oli bekas,” terangnya.
Dikesempatan yang sama Ketua Kordinator Daerah PPIR Kabupaten PPU Sariyanto menambahkan, bahwa sesuai arahan Presiden RI Prabowo Subianto, bahwa PPIR di Kabupaten PPU dibentuk bukan hanya paguyuban yang hanya duduk duduk menunggu mati, tapi bagai mana anggota yang terdiri dari Pensiunan masih bisa berjuang untuk negara dan bangsa.
“Kita bertekat agar keberadaan kita ini masih bisa berjuang dan berbuat sesuai arahan Ketua Umum PPIR Pusat Bapak Musa Bangun, yang meminta kepada koordinator daerah untuk bersinergi dengan pemerintah derah, menggandeng stake holder yang ada di willayah tersebut bersama bersinergy untuk bagaimana bisa membntu meringankan beban rakyat,” tandasnya.
Paling tidak lanjut Sariyanto, meningkatkan kesejahteraan sebisanya, perihal ini tidak perlu muluk muluk, sesuai apa yang pernah disampaikan bapak Prabowo, kalau tidak bisa membantu banyak orang, bantulah sedikit orang, kalau tidak bisa membantu sedikit orang, bantulah satu orang, kalau tak bisa membantu satu orang paling tidak jangan menyusahkan orang lain.
PPIR Korda PPU berkomitmen dan siap memberikan dukungan kepada PPIR pusat, yang mana saat ini akan menyediakan 5 unit kompor dulu dan ini secara bertahap, PPIR Korda PPU akan mencari warga yang betul betul membutuhkan, sekaligus memberikan edukasi kepada mereka tentang bagai mana cara penggunann kompor tersebut.
“Nanti kita coba menggandeng teman teman yang punya keahlian di bidang pengelasan, nanati kita belikan matrialnya seperti yang ada, kita minta dukungan dari Bapak Simon Siregar Selaku manager dari PT KPB untuk bagaimana secara tehnis memberikan arahannya,” ujar Sariyanto.
“Nanti kita siapkan orang yang bisa mengelas berikut peralatannya, kompor tersebut akan kita produksi sendiri dengan jumlah yang lebih banyak lagi, dan biayanya lebih murah, kita bisa bagikan kompor tersebut kepada warga yang membutuhkan, namun untuk sementara bukan pada skala besar hanya sesuai dengan kemampua kami,” tambah Sariyanto.
Nanti kalau sudah mendapatkan didukungan dari pusat, akan ada banyak kompor yang akan dibagikan, jika Koordinator Daerah PPIR ini melakukan kegiatan seperti ini dan bisa membantu rakyat serta memberdayakan rakyat, kegiatan ini akan disupport dari pusat.
“Kami akan memulai kecil kecilan dulu dengan didukung Pertamina, ini dari pertamina sudah memberikan 2 unit kompor, kedepannya menyusul dari PPIR, bila ada dukungan dari PPIR pusat, kita akan bentuk sendiri wadah produksinya dan hasilnya akan kita berikan kepada warga supaya kegiatan yang sipatnya positif untuk membantu warga yang kurang mampu,” ujarnya.
Kelanjutannya kami akan laksanakan kegiatan disini sesuai intruksi dari pusat,” Kami sampaikan terima kasih kepada Pertamina, kita sampaikan kepada warga yang telah menerima bantuan kompor agar mengguanakan dan memanfaatkan sebaik baiknya,”
PPIR dan Pertamina akan bantu masyarakat agar bisa memanfaatkan Minyak jelantah dan oli bekas sebagai bahan bakar kompor, membantu masyarakat mamksimalkan pemanfatan oli bekas atau minyak jelantah untuk bahan bakar yang sangat ekonomis.
PPIR Korda PPU melaksanakan sesuai arahan Presiden Prabowo dan Ketua Umum PPIR Pusat Musa Bangun dan arahan itu bagaimana PPIR bersinergy dengan pemerintah dan stake holder lainnya untuk melakukan pembinaan kepada masyarakat dan melakukan pembinaan dengan memberikan penyuluhan penggunaan kompor berbahan bakar limbah berupa oli bekas atau minyak jelantah.
“Kami akan menyerahkan bantua kompor secara bertahap kepada masyarakat yang kurang mampu dan UMKM, agar mereka tidak mengalami kesulitan saat akan memasak dalam kondisi terdesak, secara ekonomis bisa berhemat, karena ada oli bekas dan jelantah yang dibuang, penyuluhan ditandai dengan penyerahan dua kompor yang diberikan secara simbolis ke pada warga, nanti apabila kompor yang lain sudah datang, kita segera serahkan kepada warga yang betul betul di bawah gari sejahtera secara bertahap,” katanya
“Sesuai arahan Ketua Umum PPIR Musa Bangun, menekankan PPIR harus bersinergy dengan pemerintah daerah dan stake holder untuk ikut membantu meringankan beban masyarakat, ikut mensejahterakan masyarakat dari yang sekecil kecilnya, sesuai kemapuan kita,” tutupnya (isk/edys jl).



