Pena Berita Nusantara.com – Dampak bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sangat memperlihatkan, sehingga terciptalah skala krisis kemanusiaan yang luas.

Data yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dirangkum wartawan yang terjun langsung di area bencana, di laman gis.bnpb.go.id menunjukkan jumlah korban meninggal dunia cukup signifikan setelah ditemukannya 10 jenazah tambahan di wilayah terdampak.
Hingga Minggu (4/1/2026), total korban meninggal akibat rangkaian bencana hidrometeorologi di tiga provinsi tersebut telah mencapai 1.167 jiwa.
Selain itu, 165 orang masih dinyatakan hilang, sementara proses pencarian terus dilakukan oleh tim gabungan di tengah kondisi medan yang sulit.
BNPB juga mencatat jumlah warga terdampak yang harus mengungsi masih sangat tinggi, yakni mencapai **sekitar 257 ribu orang.
Mereka tersebar di berbagai lokasi pengungsian dengan kebutuhan mendesak berupa logistik, layanan kesehatan, serta perlindungan kelompok rentan.
Tidak hanya menelan korban jiwa, bencana ini turut mengakibatkan kerusakan masif pada permukiman warga.
Dilaporkan juga, tercatat 178.479 unit rumah mengalami kerusakan, mulai dari kategori ringan hingga rusak berat, yang berdampak langsung pada keberlanjutan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat.
Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Jumlah korban meninggal mencapai 540 jiwa, sementara 31 orang masih dilaporkan hilang. Sebanyak 233.003 warga terpaksa mengungsi, menjadikan Aceh sebagai daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak.
Di Sumut, korban meninggal tercatat 365 jiwa, dengan 60 orang masih belum ditemukan. Jumlah pengungsi di provinsi ini mencapai 13.926 orang, tersebar di sejumlah kabupaten dan kota terdampak.
Sementara itu, Sumbar melaporkan 262 korban meninggal, 74 orang hilang, serta 10.851 warga mengungsi akibat banjir bandang dan longsor yang merusak permukiman serta infrastruktur vital.
Dari catatan rekan media yang terjun ke lokasi melaporkan kondisi sangat perah tersebut, sehingga seluruh rakyan Indonesia sangat prihatin dengan dampak yang menimpa sodara kita di sana.
Untuk itu salah satu Ormas yang tergabung dalam Ansor PAC Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), di bawah pimpinan Komandan Sarpomo mengadakan penggalangan dana bagi meringankan peneritaan para korban bencana.
PAC Ansor Kecamatan Penajam, malaksanakan pengalagan dana pada Sabtu 3 Januari 2026 itu hasilnya dikirim untuk korban bencana di wilayah terkena dampak, yakni Sumatra dan Aceh.
Kegitan tersebut dikordinir langsung oleh ketua PAC kecamatan Penajam Komandan Sarpomo didampingi Komandan Bawon, kegiatan penggalangan dana dilaksanakan di Jalan Provinsi Kilometer 18, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, didukung Personel Ansor Banser NU berjumlah kurang lebih 12 orang. (Isk/edys jl)



