Pena Brita Nusantara.com – Kegiatan ziarah merupakan tradisi yang baik, yang tak bisa dilepaskan dari tradisi besar Nahdlatul Ulama (NU), yang kemudian kedepannya baik oleh individu maupun atas nama organisasi, tradisi ziarah seperti ini memang harus menjadi bagian dari kegiatan kita.

Hal ini diungkapkan Rois PC NU Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) KH Rofiqul Ikhwan saat memberikan wejangan pada kegiatan Ziarah Makam para Ulama di Kelurahan Lawe lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Sabtu (25/10/2025)

“Mengapa ziarah itu kita anggap sesuatu yang penting, karena tak lain kita ini adalah pewaris dari sebuah kebaikan, kita adalah laksana penumpang dari bahtera besar yang bernama Indonesia, bahtera ini merupakan bumi nusantara yang hingg saat ini masih bisa kita nikmati,” terangnya.
Ziarah Makam setidaknya membuat hati menjadi tenag, hidup kita aman dan nyaman, dan mudah mudahan terus berkesinambungan sampai pada anak cucu kita semuanya, itu karena kebaikan orang orang terdahulu, wabil khusus para ulama ulamanya.
Tak ada umat yang sekarang hidupnya nyaman, yang hidupnya enak dan apik, kecuali karena kebaikan orang terdahulu, andai orang oran terdahulu itu cara hidupnya zolim, maka kita saat ini tidak bisa menikmati hidup dengan baik dan aman.
“Andai ulama kita dulu tidak memunajatkan doa kebaikan untuk kita, anak keturunan kita, kehidupan hari ini pasti akan berbeda, maka ziarah Makam menjadi penting, sebagai bagian dari bentuk ungkapan terima kasih kita, wujud hutang jasa kita kepada para pendahulu kita semuanya wabil khusus para ulama,” kata ulama yang panggilan akrabnya Gus Rofiq ini.
NU mengajarkan kita untuk tidak lupa kepada sejarah, NU mengajarkan kita untuk tidak lupa berterima kasih kepada semua pihak, yang telah memberikan kebaikan kepada kita maka ziarah makam ulama mejadi tradisi yang tak bisa dipisahkan dalam tradisi besar NU.
Karena tak lain kita ini adalah penumpang yang menikmati jasa warisan para ulama, sekali gus juga kebaikan kebaikan orang-orang terdahulu, ada sejumlah makam atau kuburan para ulama dan tokoh agama, namun sangat memalukan sebagian telah kehilangan identitasnya dan hanya sebagian kecil yang terkonservasi dengan baik, diantranya makam Sayyid Muhammad Bagdad, Habib Nur Yaqin Muntaha dan Habib Abdullah Alaidrus.
Karena kelalaian kita semua dan masyarakat sekitar, sehingga banyak makam orang orang alim disini yang identitasnya sampai hilang, tetapi mudah mudahan tidak menghialangkan niat baik kita untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita atas kebaikan kebaikan mereka semua yang kita yakini dalam hidupnya selalu memunajatkan hal hal kebaikan untuk kita semua.
Kenapa ziarah itu penting karena hal tersebut menjadi wasilah qurbah, atau penyelesaian kita kepada Allah SWT sekaligus juga bisa memberikan solusi pada persoalan persoalan hidup kita, seperti kata ulama barang siapa yang punya banyak masalah dan banyak punya hajat dan persoalan maka banyak banyaklah menziarahi ulama, kita ini pasti orang yang banyak membahas setiap hari bertumpuk tumpuk maslahnya.
Tentu kita berikhtiar dengan berdoa sendiri, tetapi kita juga mengajarkan adab, oleh leluhur para ulama kita, bahwa kita ini bukanlah siapa siapa, kadang kadang doa kita kecantol di rating kayu, sehingga mungkin tak sampai kelangitnya Allah SWT, maka dari itu kita diajari untuk bisa tawassul atau mencari wasilah, siapa wasilahnya yaitu orang yang nyata nyata telah dekat dengan Allah SWT.
“Para ulama para aulia, mereka semua adalah orang-orang yang nyata dekat dengan Allah SWT, maka dengan mendekat kepada mereka baik ketika hidup maupun sudah meninggal dunia dengan cara berziarah, kita bisa membisikkan hajat kita agar hajat kita dilangitkan oleh dia sampai ke langitnya Allah SWT, dengan demikian juga akan berpengaruh pada masyarakat sekitar agar makam makam tersebut bisa terawat dengan baik,” tutup Gus Rofiq.
Giat Ziaroh yang dilakukan oleh Muslimat dan Fatayat didampingi para Muhibbin NU dipimpin langsung Rois PC NU Kabupaten PPU KH Rofiqul Ikhwan mendapat pengamanan sejumlah anggota dari Satuan Banser NU di bawah komando Kakorcab PC NU Kabupaten PPU Komandan M Jaini berjalan lancar dan aman, (Iskandar/Edyson NSM Jalal)


