What's hot

Universitas Parahyangan Telah Hadir di Penajam Paser Utara. Mengangkat Martabat Umat Manusia Melalui Dunia Pendidikan

Penaberitanusantara.com -Mimpi bagi terwujudnya sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi yang menghadirkan fasilitas pendidikan, jajaran Universitas Parahyangan Bandung, meski saat ini baru dimulai, namun sudah memberikan keyakinan kepada kita semua, bahwa pijakan awal akan sangat menentukan langkah langakah selanjutnya.

Ungkapan ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Kaltim, Drs H Tohar MM, pada Perayaan Ekaristi Pemberkatan dan Peresmian Gedung Susteran Ursulin dan Aula Asrama Santa Ursula , Fasilitas Pendidikan Universitas Katolik Parahyangan, berlangsung di Kawasan Kampus Universitas Parahyangan, Kilometer 09 Nipah Nipah, Penajam, Kabupaten PPU, ditandai dengan pemotongan pita oleh Sekda Kabupaten PPU Drs H Tohar MM didampingi Uskup Samarinda Monsinyur Yustinus Haryo Susanto, Rektor Universitas Parahyangan Profesor Tri Basuki Juwono PSI dan Suster Monika Lida Hasanah, pada Sabtu 15/2/2025.

Tohar mengingat kilas balik bersama Profesor Tri Basuki Juwono, Rektor Universitas Parahyangan disertai beberapa dosen dan suster beberapa waktu lalu bertemu di Sekretariat Pemkab PPU, berdiskusi untuk mewujudkan mimpi ini.

“Momentum tersebut tentu kami sambut dengan baik, tetapi ada beberapa catatan yang kami pun masih tanda tanya, pertama dari aspek ruang, karena kami punya Perda Nomor 3 Tahun 2014, itu belum bergerak untuk dilakukan peninjauan,” ungkap Tohar.

Namun sebelum Universitas Parahyangan, ada Universitas Gunadarma, itu ruang yang dipakai oleh keduanya sekarang adalah ruang yang sudah diperuntukkan dari Perda dimaksud, walaupun disebut Tohar Perdanya belum tuntas untuk diparipurnakan.

“Setelah kami melakukan kunjungan balik, bersama pimpinan daerah waktu itu Bapak H Hamdam, kemudian gayung bersambut, Gunadarma, Parahyangan ingin hadir dan dalam pikiran kami apakah tidak menimbang nimbang, jadi atau tidak jadi IKN hadir di Kalimantan Timur, tempatnya di sebagian wilayah Kabupaten Panejam Paser Utara, ternyata pihak kedua Universitas tersebut tak perlu mempertimbangkannya lagi,”Papar Sekda Tohar.

Apakah yakin tetap berinvestasi, itu pertanyaan yang diajukan Pemerintah daerah, ternyata kata dia betul, jadi atau tidak jadi IKN, namun Gunadarma dan Parahyangan lebih dulu berinvestasi di Kabupaten PPU, sehingga Universitas Gunadarma tercatat sudah membangun 14 kampus di luar kampus induk.

“Saya tak tahu, Universitas Parahyangan, yang di PPU ini merupakan kampus yang keberapa, tapi kami atas nama Pemerintah Kabupaten PPU Bersyukur ada visi dan misi yang sejalan untuk membangun sumberdaya manusia melalui kesempatan dan pemerataan fasilitas pendidikan di Daerah ini,” ujarnya.

Menurut Tohar, terkait dengan fasilitas dasar dengan hadirnya Universitas Katolik Parahyangan di tempat ini, diakuinya rektor bisik bisik,” tolong bantu kami dalam menghadirkan infrastruktur jalan sekurang kurangnya dari jalan hitam akses menuju kawasan kampus,” tambahnya.

Mimpi daerah, sambungnya, dari jalan simpang tiga gerbang madani akan ditembuskan ke arah barat, nanti ketemu dengan jalan yang dibuka dari kilometer 10 Jalan Silkar, tembus ke pelabuhan, harapannya, ini bagian dari strategi menarik pengembangan kota Penajam, pengembangan perkampungan Penajam yang hingga hari ini jelasnya masih linier dengan jalan Protokol.

“Kalau tidak kita Fasilitasi atau tidak kita beri anggaran, maka ruang kabupaten yang tadinya hutan, selamanya akan tetap hutan, kalau kita tak berikan anggaran, maka strategi kita gagal menghadirkan infrasruktur itu. Untuk itu saya mohon doanya, sehingga dapat mewujudkan pada saatnya apa yang kita impikan bersama,” harapnya.

Hadirnya Universitas Parahyangan ini banyak cerita, Tohar menyampakan terimakasih kepada para duta lokal, rupanya beberapa tahapan perizinan berkaitan Pembangunan Kawasan kampus, sempat macet tanpa ada komunikasi, tanpa adanya unsur pelayanan di Pemerintah dan tanpa komunikasi juga dengan yayasan termasuk dengan pihak Universitas Parahyangan.

“Kesan yang kami dapat dan yang kami tangkap, kenapa pemerintah kok lamban, saya agak sedikit kebakaran, saya sempat panggil salah satu pejabat Dinas Perizinan, saya panggil tenaga ahli pertanahan, ada apa terkait dengan ini, rupanya macet komunikasi,” tukasnya.

Akses jalan dari jalan hitam kesinipun belum tuntas, sehingga Sekda menugaskan salah satu Pejabat di Dinas PU PR sembari menanyakan ada apa, ternyata masih banyak persoalan perorangan dengan persoalan tanah dan perdata, tetapi dengan komunikasi yang soft,” alhamdulillah dapat dituntaskan, sehingga walaupun belum sempurna, sekarang dari jalan hitam menuju akses ke Kampus Parahyangan bisa terlaksana,” tambahnya.

Hadirnya pasilitas pendidikan di Kabupaten PPU lanjutnya, menyertai pasilitas pendidikan yang telah terdahulu, tentu ini menjadi warna tersendiri, bukan hanya bagi kalangan tertentu yang menikamti tapi juga masyarakat luas, oleh karena itu lanjutnya, kalau diketahui sejarahnya bahwa Universitas Katolik Parahyangan salah satu Universitas ternama, dulu tak pernah dibayangkan akan hadir di Kabupaten PPU.

“Sekarang sudah hadir, pada saatnya saya mohon kampanyekan keberadaan Universitas Parahyangan ini agar bisa diakses oleh warga kita yang dulu harus jauh menempuh pendidikan, sekarang Perguruan Tingginya telah mendekat, silahkan untuk dimanfaatkan,” ujar Tohar.

Dikesempatan yang sama, Rektor Universitas Parahyangan Profesor Tri Basuki Juwono PSI   menambahkan bahwa,” dengan hadirnya lembaga pendidikan hari ini kami ingin menjawab panggilan, bahwa Visi Unpar tak lain adalah untuk meninggikan martabat umat manusia, ini perlu direalisasikan bukan hanya di tanah Jawa Barat tapi di seluruh Indonesia,” tandasnya.

“Demi kebaikan dunia, maka kami hari ini menjadi sungguh berterima kasih, karena ada begitu banyak kebaikan hati dari Keuskupan, terima kasih bapak Monsinyur, tirima kasih Ordo Santa Ursula, terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten PPU, dan tokoh masyarakat, yang begitu berbaik hati membantu membangun bersama Unpar, meluaskan layanan sehingga kami dan kita semua bisa melihat hari ini diresmikan gedung ini,” ucap Profesor Tri Basuki Juwono

Dikatakannya, tentu saja ini bukan langkah terakhir, tapi ini menjadi langkah awal, karena ada banyak langkah langkah selanjutnya yang sangat diharapkan bahwa semua akan terus bekerja sehingga cita cita yang sudah dimulai dengan sangat baik ini akan bisa direalisasikan.

“Semoga hari ini akan menjadi penanda waktu, bahwa Unpar dan Ordo Santa Ursula dan kemudian gereja serta masyarakat akan membantu mengembangkan sumber daya manusia di Kalimantan ini sehingga Indonesia akan semakin baik, semoga hari ini akan menjadi penanda waktu juga bahwa ladang karya akan dimulai, ladang berkat juga akan dimuali, sehingga pelayanan kemanusiaan akan berdampak lebih baik,

Kami terima kasih berterima kasih atas terima kasih kebaikan ini semoga yang sudah dimulai dengan baik ini akan juga membawa hasil yang lebih baik, mohon dukungan dan terima kasih dan mohon bantuannya dan semua yang sudah kita kerjakan akan membawa kebaikan,” tutup Tri Basuki Juwono. (Iskandar/Edyson NSM Jl)

 

Tags :

Iskandar MD

Related Posts

Must Read

Popular Posts

Tekan Angka Stunting, TP PKK Kabupaten PPU Rutin Lakukan Peninjauan Kegiatan Intervensi Spesifik

Pena Berita Nusantara, Penajam Paser Utara, Kaltim – Dalam rangka menekan angka stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten PPU secara rutin melakukan peninjauan kegiatan intervensi spesifik di wilayah benuo taka PPU. Seperti tampak pada Rabu, (26/6/2024). Ketua TP PKK Kabupaten PPU, Linda Romauli Siregar didampingi anggota PKK Kabupaten PPU...

Makmur Marbun Dampingi Pj Gubernur Kaltim Sosialisasi Pembangunan Pengendalian Banjir di Sepaku

PENAJAM – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun hadir mendampingi Pj Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik dalam rangka  sosialisasi penanganan dampak sosial kemasyarakatan pembangunan pengendalian banjir sungai Sepaku di kelurahan Sepaku, Sabtu, (29/6/2024). Dalam sosialisasi ini Pj Gubernur Kaltim  juga didampingi Kapolda Kaltim Irjen Pol Nanang Avianto dan Pangdam VI Mulawarman...

© Copyright 2024 by Pena Berita Nusantara