Penaberitanusantara.com-Komando Bela Negara (Kobra) merupakan Lembaga Masyarakat yang sedikit berbeda dengan ormas ormas lainnya, awal mula terbentuknya lembaga tersebut digagas oleh DR. GISO PRANOTO Ph.D. yang merupakan salah satu orang penting di lingkungan Kesatuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dari Unsur TNI Angkatan Darat.
Yang mana saat ini DR. GISO PRANOTO Ph.D. sebagai Ketua Umum Kobra menegaskan bahwa tujuan terbentuknya Lembaga tersebut tak lain hanya bentuk partisipasi warga masyarakat agar memiliki wadah untuk berkumpul dan berorganisasi bagi masyarakat sipil yang merasa terpanggil untuk berpartisipasi ikut ambil bagian selaku warga Indonesia yang sama sama memiliki kewajiban untuk Membela Negaranya dengan memegang teguh semboyan NKRI Harga Mati.

Untuk itu Keluarga Besar Komando Bela Negara (Kobra) memposisikan diri sebagai sebuah organisasi yang bermitra dengan TNI dan salah satu kegiatannya bergerak di bidang sosial yang telah memiliki Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) yang telah diberi rekomendasi oleh salah satu purnawirawan di kesatuan Kopassus, bahkan telah mendapatkan restu dari Presiden Republik Indonesia
Tujuan yang lain dari keberadaan Lembaga Kobra adalah menggairahkan minat masyarakat untuk tetap mengedepankan budaya gotongroyong, bergerak dalam bidang sosial dimasyarakat, seperti melakukan infestigasi terhadap pihak pihak yang melanggar tatanan lingkungan masyarakat, turut membantu dalam penanggulangan dan penyelamatan ketika terjadi bencana alam dan sebagainya, karena Lembaga Kobra sudah banyak dikenal di masyarakat luas meski keberadaannya sempat Vakum beberapa saat dan kini telah dihidupkan kembali.
Berdasarkan pertimbangan tersebut sejumlah warga di Kabupaten Penajam Paser Utara yang berasal dari berbagai status sosial, budaya dan agama sepakat membentuk kembali lembaga Kobra tersebut, yang deklarasinya berlangsung di Kediaman Andi Dahrung RT 06, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU sekaligus secara aklamasi menunjuk Ade Saputra sebagai Ketua Kordinator Pelaksana Cabang (Korlakcab), berlangsung pada sekira pukul 14.00 Wita, Kamis 24 Oktober 2024.
Berkaitan dengan kemitraan dengan TNI sebuah Pernyataan tegas disampaikan Ketua Umum Komando Bela Negara (Kobra) Pusat, DR. Giso Pranoto Ph.D, dalam pertemuan dengan jajarannya, Jumat (19/4-2013) silam, membahas manunggalnya TNI dan rakyat. Giso menyebut, TNI adalah milik rakyat, menjadi kebanggaan semua masyarakat Indonesia.
“TNI adalah milik rakyat, kami dari Kobra pun bangga dengan TNI. Kita terlahir sebagai bangsa pejuang. Sebagaimana bagian dari rakyat, Kobra dengan semangat patriotisme dan kebanggaannya, akan selalu mendukung TNI,” beber Giso yang pada waktu itu didampingi pengurus lainnya seperti M Arsyad, Sarim, A Muis, Sunan Rimba dan Mustahudin.
Secara khusus Giso juga menyoal mengenai adanya pernyataan jika organisasi kemasyarakatan dilarang menggunakan atribut militer. “Kalau pelarangan penggunaan atribut militer, itu jelas kami dukung. Namun jika itu kekhasan dari organisasi masing-masing, ya tidak masalah. Seperti Kobra, atribut seperti pakaiannya bukan militer, menjadi kekhasan dari Kobra yang merupakan organisasi nasional,” urai Giso.
“Termasuk penggunaan baret merah Kobra, perlu menjadi catatan. Sejatinya merupakan merah hati, tidak ada UU yang mengatur jika baret merah ini dari kesatuan tertentu. Penggunaannya merupakan kebanggaan dan rasa patriotisme, bangga dengan terlahir sebagai bangsa pejuang. Jadi dari Kobra, tetap menggunakan itu, yang menjadi identitas organisasi,” tegasnya dibenarkan para pengurus lainnya.
Pengurus lainnya menambahkan, Kobra selalu aktif dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk bermitra baik seperti mengikuti kegiatan saat HUT Infanteri, pun menjalin kemitraan baik dengan Kopassus. “Penggunaan pakaian yang menunjukkan identitas di Kobra, juga tak sembarangan. Ada nomor induknya masing-masing,” jelas Giso kembali.
Giso mengajak semua pihak untuk menjaga kondusivitas, terlebih menciptakan suasana kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kaltim secara umum. “Kobra mengusung komitmen kebhinekaan, tidak membedakan apapun suku, agama dan golongannya. Semangat empat pilar negara selalu dijaga penuh,” tandas Giso. dirilis oleh (Iskandar) wartawan Penaberitanusantara.com


