Pena Berita Nusantara.com -Penajam-Dipicu perseteruan antar kubu pendukung masing-masing calon bupati dan Wakil bupati, sekelompok massa yang tak puas saat melakukan pendaftaran di Kantor KPUD, tiba-tiba muncul sekelompok massa yang berunjukrasa karena merasa tak puas dengan proses tahapan Pendaftaran Hal tersebut sehingga menyulut aksi yang memaksa, anarkis bahkan aksi penjarahan pun terjadi.

Kerusuhan massa bermula dari sebuah warung, terjadi kekacauan yang tak terkendali, lambat laun merambat ke beberapa perkantoran hingga sampai ke kantor KPUD, aksi massa semakin brutal, menyusul laporan dari petugas keamanan menyebut telah terjadi aksi penjarahan sebuah toko di Jalan Kamboja.

Tidak sampai disitu massa sudah semakin beringas, selain terjadi keributan bahkan sampai tawuran, petugas dari Satuan Brimob hampir kualahan mengahdapi pengunjukrasa, berbagai alat pengontrol massa digunakan dalam upaya membubarkan aksi yang tak terkendali.
Polisi menyemprotkan Water Cannonnya bahkan sampai melepaskan peluru ke arah atas sebagai tanda peringatan, namun aksi anarkis perusuh belum dapat dikendalikan, beberapa orang terlibat saling dorong dengan petugas, bahkan beberapa diantara perusuh sampai ada yang terjatuh karena kelelahan melawan petugas.

Tim medis dibantu Petugas Satuan Brimob dan petugas Kepolisian segera mengevakuasi korban yang jatuh akibat kelelahan ditengah bentrokan.

berkat kesigapan aparat keamanan dari satuan Brimob didukung kepolisian dan TNI, sehingga unjukrasa dapat segera diredam, Dishub, Dinas PBD, Satpol PP dan tim medis juga turut membantu mengamankan proses pendataran calon pasangan bupati dan wakil bupati di Kabupaten X.

Kejadian tersebut merupakan adegan Simulasi Sispamkota Penajam Paser Utara dalam rangka Operasi Mantap Praja 2024, Pemilu Damai Menuju Indonesia maju, di Mapolres PPU pada 22 Agustus 2024, menggambarkan jika terjadi hal serupa di Kabupaten PPU saat berlangsung tahapan Pilkada seretak 2024

Demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dalam menghadapi pilkada tahun 2024 seluruh partai politik , berikut tokoh Masyarakat, Tokoh agama, tokoh Pemuda, tokoh adat dan unsur masyarakat lainnya membuat deklarasi bersama yang dibacakan salah satu anggota DPRD PPU Ishaq Rahman menyatakan;
1, Bertekat mensukseska pilkada yang aman sejuk dan damai di PPU sebagai ikhtiar membangun bangsa Indonesia yang adil dan sejahtera adil dan makmur berdasarkan UUD 1945 dalam bingkai NKRI

2, Mendukung pemerintah dan penyelenggara pemilu dalam rangka menuju pilkada 2024 yang langsung, umum, bebas, dan rahsia serta jujur dan adil sesuai peraturan yang berlaku.

3, Berkomitmen menolak politik uang dan kampanye hitam penyebaran berita bohong (Hoax), pembunuhan karakter, fitnah, kebencian dan isu sara dalam masyarakat, sekaligus Penandatanganan Deklarasi oleh tokoh-tokoh yang disebut, sejumlah Pejabat Forkopimda juga ikut menandatangani naskah deklarasi tersebut. (Iskandar/Edison Jalal)


