Pena Berita Nusantara.com – Bulan suci ramadhan adalah bulan yang dinanti nati umat Islam, dimana setiap amal ibadah mendapat ganjaran pahala yang berlipat ganda, hal ini disampaikan oleh KH Muhammad Ali Kholil, pada Pengajian Umum dalam rangka Haflatul Imtihan wal Ikhtibar ke XVI, Yayasan Pendidikan Islam Nurlhuda Alcholili, sekaligus Pelantikan Ranting NU Kecamatan Penajam, Dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 H / 2026 M. Desa Girimukti RT 17, Kecamatan Penajam Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Senin 16/2-2026.

“Disini dihalaman Gedung Madrasah Diniyah Nurul Huda Alkhalili saya apresiasi kepada semua murid yang telah dengan tekun menuntut ilmu agama, karena ilmu agama merupakan bekal yang dapat menyelamatkan kita baik didunia sampai akhirat,” ungkapnya.
Rois Suryah MWC NU Kaltim ini menambahkan, dirinya bersyukur kepada Allah karena para orang tua setempat antusias memberikan dorongan kepada putra putri mereka agar menempuh pendidikan berbasis agama sehingga tercita masyarakat Indonesia berbudi luhur dan berakhlak mulia.
Dalam menyambut bulan Ramadhan ini para jamaah kaum muslimin di wilayah Desa Girimukti dan Desa Giripurwa agar melaksanakan doa dan berwasilah atasnama guru guru mulia agar Madrasah Diniyah Nurulhuda Alkholili semua muridnya bisa mendapat berkah dari guru guru mereka.
Selain itu Kiyai juga meminta umat muslim dan warga sekaltim NU agar mendoakan IKN agar IKN sukses dalam pembangunannya sehingga umat Islam dapat berbangga memiliki IKN yang mana didalamnya ada Warga NU nya.
Dalam tausiahnya KH Muhammad Ali Cholil menekankan bahwa seluruh pengetahuan agama yang diajarkan NU adalah ajaran Rasulullah Muhammad SAW, dimana pengikutnya digolongkan bermazhab Ahlus Sunnah Wal jamaah.
“Dalam perjalanan dakwahnya Nabi kita melalui perjuangan yang sangat berat dan penuh tantangan, disaat gencar gencarnya dakwah nabi, disaat itu pula dia dilanda kesedihan yang mendalam, karena orang orang yang selama ini menduung dakwah nabi dengan seluruh harta kekayaannya meninggal yaitu istri tercintanya Siti Khadijah Azzahra,” ujar Kiyai.
Tak lama kemudian lanjut beliau, disusul pula orang yang siap pasang badan membela dan melindungi nabi dari semua acman kau kafir Quraisy ketika beliau berdakwah, siapa dia, dialah paman Nabi yaitu Abu Thalib.
Meninggalnya kedua orang penting ini menyisakan kesedihan yang mendalam bagi Nabi, sehingga tahun duka atau tahun kersedian itu disebut Amul Huzni , pada tahun itulah nabi mendapat peristiwa luar biasa yaitu Isra Mi’raj.
Dimana peristiwa Isra Mi’raj ini Nabi diundang oleh Penguasa Alam semesata dengan Peristiwa yang dikenal dengan Isra mi’raj yaitu perjalanan dari Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestita, terus terbentuk ke langit ketujuh hingga Sidratul Muntaha untuk menerima langsung dari Allah perintah Sholat lima waktu semalam
Betapa beratnya perjalanan dakwah rasul SAW, sehingga Kiyai juga menganalogikan perjuangan berdirinya Organisasi Islam terbesar di Indonesia ini yaitu Nahdlatul Ulama’ (NU) oleh pendiri utamanya KH Hasyim Asy’ari pada 31 Januari, tahun 1926, dan 100 tahun berdirinya NU ini telah diperingati di kawasan IKN beberapa hari yang lalu.
“Banyak tantangan dan rintangan yang di lalui ormas Islam ini, begitu pula dalam hal pengembangannya di seluruh Indonesia dan juga di Kalimantan Timur, berbagai upaya dilakukan seperti membuka lahan pertania semampunya, membangun lembaga-lembaga pendidikan seperti madrasah dan pondok pesatren dan sebagainya, agar NU juga bisa eksis di Kaltim,” tutup Kiyai Muhammad Ali Cholil. (Iskandar/Edyson NSM Jalal)



