Pena Berita Nusantara.com –Puluhan Truk diparkir di halaman Kantor Bupati serta puluhan supir dan awak armada mereka mendatangi Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, mereka menguras soal kelangkaan BBM bersubsidi jenis biosolar yang menurut mereka sudah kurang labi 10 hari tak tersedia di SPBU Nipah nipah kilometer 09 Penjam, Rabu (6/8/2025).

Mire salah satu supir beralamat RT 03 Kelurahan Sesumpu Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU mewakili rekan rekannya mengeluhkan kelangkaan BBM tersebut, ia mengungkap sudah kurang lebih 10 hari BBM jenis bio solar tak ada di SPBU.
“ Kita heran, Kota Balikpapan yang dekat dengan kita di Kabupaten PPU ini mengalami kelangkaan Solar, padahal kita punya kilang pengolahan minyak bumi, kenapa solar bisa langka, dimana solar yang diproduksi oleh kilang yang ada ditempat kita,” tanya Mire.
Menganggapi hal itu Sekretaris Daerah Kabupaten PPU H Tohar atas nama Pemerintah Daerah menyampaikan, soal kelangkaan BBM jelas Tohar telah berkomunikasi dengan unsur manajemen Pertamina.
Tohar menyampaikan hasil diskusi antar perwakilan pengunjukrasa dengan pertaminaa difasilitasi Pemda PPU menyebut, paling lambat Jumat BBM jenis solar sudah akan tersedia kembali di SPBU Nipah Nipah Km 9.
“Ada kabar gembira ketika kita merespons apa yang telah disampaikan oleh para pengunjuk rasa, mudah mudahan aksi unjukrasa para supir truk ini menjadi hikmah dalam rangka mengedepankan fungsi kita masing-masing, sesuai dengan tiga pokok kelembagaan yakni Pertamina, Pemda dan Kepolisian,” harap Tohar.
Tohar menekankan, kalau ada badan usaha yang mengoperasikan fungsi SPBU ini ada di pertamina,” tolong gunakan seluruh instrumen pengawasan agar ini bisa dilakukan oleh jajaran Pertamina, terutama untuk penyaluran atau distribusi ke pada waraga dari jenis BBM tertentu,” tegasnya.
Karena yang ini adalah BBM bersubsidi, nah ini menurutnya penting bagi semua pihak. nati untuk bagian pengawasan yang lain ada porsinya,” tetapi bagi kita dan jajaran kepolisian, Pertamin dan jajaran Pemerintah daerah bersinergi untuk melakukan pengawasan, tetapi pengawasan struktural yang merupakan bagian dari pengawasan manajemen, ini saya harapkan di masa depan,” tandasnya.
Ia mendesak operator di SPBU yang merupakan pengawasan di Pertamina agar egfektif dilakukan agar tidak selalu terulang kejadian yang sama diwaktu yang akan datang,” Saya diharapkan bertemu akar masalah agar tidak ada cara yang lebih baik untuk mengamputasi masalah tersebut,” tambah dia.
Oleh karena kerenanya pengawasan fungsi dari manajemen ini menjadi penting bagi kita, untuk itu mohon kepada semua pihak untuk melakukan pengawasan agar masalah serupa tidak terulang dan terulang kembali, “untuk lebih jelasnya pak Saipul selaku perwakilan manajemen Pertamina menyampaikan secara jelas,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Saipul dari Pertamina, ia menambahkan, bahwa untuk menyuplai BBM jenis Solar di SPBU kilometer 09 Nipah nipah stoknya dimaksimalkan, namun ini masih dalam proses sejumlah administrasi sebut Saiful yang harus diselesaikan.
“Untuk proses administrasi masih ditangani bagian Suplay Ditribution kami, penyediaan BBM di SPBU Nipah nipah akan kami maksimalkan pada Jumat 8/8/2025, BBM itu sudah sampai di SPBU,” tutupnya.( Edyson NSM Jl/isk).


