Pena Berita Nusantara.com – Mobilitas masyarakat dari Penajam Paser Utara ke Balikpapan dan sebaliknya melalui jalur penyeberangan melintasi perairan Teluk Balikpapan kini dihantui kekhawatiran lantaran adanya ombak besar yang dipicu angin selatan.
Terlebih setelah beredarnya sebuah video viral beberapa hari terakhir yang menyoroti insiden di perairan tersebut. Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran kapal kelotok dan speedboat di Pelabuhan Penajam mengalami penurunan drastis.
Salah satu operator kapal kelotok, Steven mengeluhkan dampak langsung dari beredarnya informasi terkait video tersebut,“ semenjak berita viral soal insiden beberpa hari lalu itu, penumpang kita berkurang drastis. Dari pagi kami tunggu hingga sekarang (sore), baru sekali kami menyebrang hari ini, karena sedikitnya penumpang,” ungkapnya. Kamis (24/7/2025)
Ia menegaskan bahwa masyarakat seharusnya tidak perlu terlalu khawatir, sebab keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama bagi para pengemudi kapal.
“Kalau mereka minta rompi pelampung, pasti kami berikan. Bagi kami penumpang sangat perlu dijaga keselamatannya. Kalau cuaca buruk dan kapal tidak memungkinkan berlayar, kami tidak akan memaksakan diri untuk berlayar,” jelas Steven.
Menanggapi keresahan masyarakat pasca insiden yang viral tersebut, Steven berharap agar penumpang tetap tenang dan mengikuti instruksi jika terjadi situasi darurat.
“Tidak perlu panik. Kami paham betul prosedur keselamatan penumpang. Kalau pun kapal tenggelam, jangan bereaksi sendiri, tunggu instruksi dari awak kapal,” himbaunya.
Meski angin selatan kadang membawa gelombang tinggi yang mepengaruhi aktivitas pelayaran, operator kapal di Penajam memastikan bahwa mereka selalu memantau kondisi cuaca sebelum memutuskan untuk berlayar.
“Dengan begitu, kami para operator kelotok berharap kepercayaan masyarakat bisa pulih dan aktivitas penyebrangan bisa kembali normal,” harap Steven. (aan/ib/edyson jl/isk)


