Pena Berita Nusantara.com-Hari lahir pancasila merupakan momentum yang sangat penting dalam sejarah bangsa Indonesia, bukan hanya mengenang rumusan dasar negara, tetapi juga meneguhkan kembali komitmen terhadap nilai-nilai luhur yang menjadi pondasi berdirinya negara kesatuan Republik Indonesia.
Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Drs H Tohar MM menyampaikan ini saat ia menjadi pimpinan Upacara pada Peringatan Hari Lahir Pancasila dihadiri seluruh unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten PPU, Senin ( 2/6/2024).
“Pancasila bukan sekedar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Ia adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan Makmur,” kata Tohar saat membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila RI, Yudian Wahyudi.
Dalam semangat memperkokoh ideologi pancasila, dirinya mengajak semua untuk merenungkan kembali bahwa pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Pancasila telah mempersatukan lebih dari 270 juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda.
Dari pancasila sambung Tohar, siapapun dapat belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
“Dalam konteks pembangunan nasional saat ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi pancasila, demokrasi dan hak asasi manusia,” jelasnya.
Menurutnya, memperkokoh ideologi pancasila berarti menegaskan kembali bahwa pembangunan bangsa harus selalu berakar pada nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap pancasila pun semakin nyata. (Edyson NSM Jl)


