Pena Berita Nusantara.com-“Kita patut bersyukur karena saat ini kita punya Gereja baru. Demikian bagian dari khotbah yang disampaikan Uskup Monsinyur Yustinus Harjo Susanto dari Keuskupan Samarinda saat pemberkatan dalam peresmian Gereja Katolik ST.Eugenius De Mazenot Sotek pada Minggu (25/5/2025).
Gereja yang mulai dibangun pada 23 Mei 2015 ini ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Uskup Monsinyur Yustinus Harjo Susanto 10 tahun silam ini, terletak di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim.
Uskup menyampaikan terima kasih kepda Dewan Paroki yang telah menyelenggarakan acara tersebut dengan baik, yang paling terpenting kata dia jaga iman dan kerukunan umat, Gereja stasi di Sotek ini jikalau bukan atas kasih Tuhan maka pembangunan gereja ini akan sia-sia, untuk itu disebutlah Tuhan Yesus yang diutus Allah dalam nama Tuhan Rohulkudus.
Sebagaimana diketahui bahwa bagaimana orangtua mengasihi anaknya maka perintah yang keluar dari mulutnya akan ditaati dan pasti ia mengasihinya, ketika Tuhan mengasihi maka semakin ditaati printahnya.
“Kita tahu bagaimana perintah yang baik akan membawa kepada kehidupan dan keselamatan. Kita ingin perintah Tuhan menuju arah kebaikan, mengarahkan kehidupan yang baik dan surga yang diperolehnya,”

“Kita yakin perintah Tuhan membawa kebaikan, Laksana orangtua perintah dan menasehati kepada anaknya. Kita yakin akan membawa keselamatan yang utuh bagi dunia dan akhirat, keselamatan ketika hidup di dunia ini dan ketikan sudah hidup kelak di surga, saat ini kita harus mampu membedakan suara perintah, nasehat dan arahan yang benar,” seru Uskup.

Sekarang ini kita hidup dalam macam macam perintah. Jika kita berhati hati maka kita tidak akan celaka. Sekarang ini kita berada di kehidupan material. Baik makan dan minum perlu sarana dan transportasi juga diperlukan. Kebutuhan fisik memang perlu, tapi jangan sampai arah tujuan hanya kesitu, jangan sibuk dengan cari materi tapi lupa akan Tuhan, Kita lupa arah kedepan hidup lebih baik untuk menuju ke surga.
Itu amat penting dan utama, tapi banyak orang yang lalai bahkan mementingkan hidup materi, padahal Tuhan Yesus sudah bangkit untuk keselamatan umatnya.
Orang banyak tergiur pada kenyamanan, kesenangan, bahkan anak anak lupa belajar, yang mana belajar adalah proses bertumbuh, sepintas bisa bedakan mana yang baik dan mana yang tak baik, sehingga bisa dihindari, banyak orang lupa sehingga sibuk cari kedudukan dan jabatan, padahal jabatan adalah untuk melayani, demikian pula Informasi diperlukan, tetapi hal tersebut juga memerlukan pedoman, agar bisa memilih mana yang baik dan tak baik.
“ Kita harus selalu pertanyakan apakah iman kita itu sudah kokoh, akan tetapi jika menjauhkan dari iman, maka tak bisa seperti itu, kita berkaca pada kisah para rasul, yang mana mereka satu sama lain saling berselisih, ada yang mengharuskan sunat dan ada pula yang tidak, namun yang terpenting adalah ikuti ajaran orang yang telah masuk dalam bangsa terpilih adalah yang sunat.
Tapi rohulkudus katakan tidak perlu, bahwa yang terpenting ikuti sabdanya yaitu yang dibaptis, bukan yang lahiriah tapi batiniyah, sekarang banyak yang mementingkan lahiriah, kalau perlu dipamerkan supaya jempol, kelihatannya menyelamatkan secara lahiriah padahal mencelakakan.
“Kalau kita dewasa dalam iman, kita ambil tugas dalam gereja, Kalau dewasa imannya maka akan bisa membedakan mana baik dan tak baik, bisa berbelas kasih terhadap sesama, dia akan dimasukkan dalam liturki, maka orang ambil bagian liturki dan ibadah,” tambahnya.
Dan tak usah diperintah, tahu bahwa liturki itu penting, demikian pula pewartaan. Orang yang sudah dewasa imannya, akan melakukan antara lain pewartaan yang membawa kabar gembira, Kata kata yang bermuatan Injil. dan Persekutuan. Orang katolik tak pernah bangga dengan hidup sendiri sendiri tapi dengan jemaat. persekutuan. Bahkan harus bersekutu dengan umat seluruh dunia.
Mari kita doakan pemimpin katolik sedunia yaitu, Paus Leo XIV, agar umat katolik dapat hidup rukun selalu, pelayanan orang Kristus pelayanan sampai mati disalib. Contoh yang diberikan Yesus mau kita hayati. Semakin setia melayani, semakin kuat iman pelayanan, dengan bantu membantu, hidup bersama maka kehidupan akan semakin baik. Yang terakhir, kesaksian. Apa yang kita buat kita katakan, kita lakukan sebagai orang katolik kepada jemaat.
“Tugas gereja ada lima, antara lain bukan hanya diingat tapi dilaksanakan, ibadah liturki, bantuan rohulkudus, kita rayakan hari ini peresmian gereja stasi Gereja Katolik ST. Eugenius De Mazenot Sotek, kita percayakan pada rohul kudus,” tutupnya (Edyson NSM Jl)


