Pena Berita Nusantara.com-Penajam Kaltim-Sebanyak 50 Anggota Banser dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan mengikuti Pelatihan dan Diklat terpadu mengenai dasar dasar kebanseran dan terkait Ansor di Kabupaten Paser, rombongan berangkat dari Kabupaten PPU pada Kamis sekira pukul 11.00 Wita dan tiba di Tana Paser (Grogot) Kabupaten Paser pada pukul 17.00 Wita.

Rombongan berjumlah 50 orang ini terdiri dari anggota Banser angkatan ke 6, yang terdiri dari Pria dan wanita baik remaja maupun dewasa, mereka berasal dari 4 Kecamatan yakni Kecamatan Penajam, Kecamatan Waru, Kecamatan Babulu dan Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU.

Ormas yang berapilisi dengan Ormas Islam Terbesar di Indonesia ini yaitu Nahdlatul Ulama (NU) mengikuti pelatihan serta diklat terpadu mengenai dasar dasar tentang Banser dan Anshor yang akan dipimpin oleh Zaini dari Kecamatan Waru selaku Komandan Senior Banser dibantu rekan rekan Senior lainnya, pelatihan mulai berlangsung pada 22 hingga 25 Agustus 2024.

Terkait hal tersebut ada baiknya jika mengutip beberapa pesan dari tokoh senior Ansor yang kini menjabat Menteri Agama RI, tak lain tak bukan yaitu Yaqut Cholil Qoumas pada sebuah kesempatan beliau menyampaikan pesan pesan kepada Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di DI Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Gus Men, panggilan akrabnya, mengingatkan bahwa Ansor dan Banser tidak pernah gentar dan mundur ketika ada ancaman terhadap bangsa. Episode sejarah bangsa telah membuktikan hal tersebut.
“Ansor dan Banser yang lahir tahun 1934, turut serta menumpas pengkhianatan yang dilakukan PKI pada 1948 dan 1965,” tegas Gus Yaqut, sapaan akrabnya, di lapangan Alun-alun Selatan Yogyakarta, beberpa waktu silam..
“Ansor dan Banser juga tampil di garda terdepan saat reformasi 1998,” imbuh Gus Yaqut yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.
Kepada ribuan peserta apel yang hadir, Gus Yaqut berpesan bahwa hal terpenting yang harus dilakukan Ansor dan Banser menebar manfaat, termasuk mematuhi perintah kiai. “Apa pun perintah kiai yang diberikan kepada kita, laksanakan dengan penuh tanggung jawab karena itu pasti bermanfaat,” tegasnya.
“Jangan pernah lakukan sesuatu yang membuat kualat. Baik itu sebagai Banser, Pemuda Ansor dan sebagainya jangan sampai kita lakukan sesuatu yang membuat kita kualat,” tandasnya.
Gus Men menilai, saat ini banyak pihak yang segan terhadap Ansor dan Banser. Hal itu tidak terlepas dari sikap tegas dan kecintaan Ansor dan Banser terhadap NKRI.
“Setiap gangguan sekecil apa pun kepada bangsa, berarti mengganggu apa yang dulu pernah diperjuangkan para kiai kita, dan itu berarti menginjak harga diri dan martabat kita. Hanya ada satu kata, lawan,” pungkasnya. (Iskandar/ Edison Jalal)


