Pena Berita Nusantara, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim–Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Makmur Marbun mengaku temuannya dilapangan menggarisbawahi bahwa sangat minim tenaga guru yang menggunakan Komputer atau laptop, padahal kata dia ini era digital selayaknya semua tenaga pengajar dalam mengakses dan mentrasfer ilmunya sudah berbasisi digitalisasi.
Hal ini dungkapnya usai menyerahkan bantuan seragam sekolah secara simbolis kepada jenjang pendidikan dari TK/PAUD, SD, SMP dan setingkatnya, berlangsung di Gedung Olahraga Aula Dome, Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten PPU menghadirkan kurang lebih 1000 guru, pada Jumat 12 Juli 2024.
Untuk mewujudkan merdeka belajar itu harus ditopang, bagaimana penggunaan perangkat digitalisasi untuk mengimbangi akselerasi kemajuan dan peningkatan kualitas belajar mengajar di sekolah sekolah, apakah yang dituntut hanya murid untuk memahami lebih banyak tentang digitalisasi, tentu saja kata dia tidak.
“Sewaktu saya menemukan dilapangan, para guru itu membuat bahan ajaran masih menggunakan methode beberapa tahun silam, saya prihatin sekali, bagaimana bila belajar fisika dan ada temuan temuan baru sedangkan dia tak akan bisa mengikuti perkembangan lebih jauh lagi,” tukasnya.

Dikatakannya, jika guru masuk ke sekolahnya, dia bisa mengakses berbagai pengetahuan terbaru mereka bisa dengan mudah mendapatkan itu, meski ada komputer disekolah namun fasilitas tersebut dipakai untuk tatausaha di sekolah, dan untuk menyiapkan laporan anggaran.
“Saya minta kepada Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga untuk menyiapkan laptop untuk seluruh guru, saya akan bangga ketika melihat para guru yang sudah punya bahan untuk mengajar yang up dating yang hari ini, dunia maya ini tersedia informasi apa saja, kita bisa akses, ini lah yang saya harapkan sekarang ini,” tambahnya.

Sehingga lanjut Makmur Marbun, program sekarang dia balik, tidak hanya pada program pembangunan fisik, itu yes oke kata dia, namun jika berbicara peningkatan SDM ya guru guru harus dibuat updating.
“Saya telah komunikasikan kepada salah satu Perguruan tinggi di daerah kita, yaitu Universitas Guna Darma, bahwa tahun depan kita harus lebih tingkatkan mutu tenaga pendidik, karena kita khawatir mereka tak pernah lagi diasah kemampuannya,” lanjut Direktur Produk Hukum Daerah pada Kementerian Dalam Negeri RI ini.
Ilmu yang mereka miliki 10 atau 5 tahun yang lalu updatingkah hingga sekarang ini?, tanya dia, jangan jangan tidak,” kita adalah termasuk Kabupaten yang mendorong kemajuan literisasi digital di setiap sekolah, karena kita memang harus menyediakan fasilitas yang bekerjasama dengan perusahaan digital itu jadi saya ingin setiap anak datang ke sekolah cukup bawa smart phone nya dan scan barcode,” tandasnya.
Bicara soal ketersediaan jaringan internet, yang mana pasilitas itu sudah ada di mana mana, dan itu bukan barang mahal,” saya bicara ini kerena anggarannya sudah saya bedah dan itu ada anggaranya, mana yang penting ya sudahlah itu akan tersedia,” tutupnya. (Iskandar/Edison jalal)



